Pada saat perang dimulai, rata-rata negara sudah mempunyai pistol mitraliur domestik
dengan design dengan basis senapan bolt action, dengan stock kayu, berat, dan
agak kompleks. Sebelum perang dimulai, hampir
semua masih memakai basis design awal, seiring berjalan nya perang para negara
mulai kesulitan untuk memenuhi kebutuhan pistol mitraliur di pertempuran, karena
butuh waktu yang cukup lama untuk di produksi dan harga yang relativ mahal,
sejak awal perang memang sudah ada usaha penyerdehanaan untuk pistol mitraliur.
Namun design awal masih sulit untuk di produksi secara
efektif, di tengah dan akhir perang penyerdehanaan pistol mitraliur lanjut dilakukan
dengan model baru yang mengurangi berat dan mengurangi beberapa bagian yang di
rasa tak perlu, pembaharuan ini meningkatkan tingkat produksi dan menurunkan
biaya produksi, namun menurunkan performa senapan dan membuat senapan kurang
nyaman di tembak. Hanya beberapa unit khusus yang masih memakai design model
awal, sedangkan untuk pasukan lain memakai model baru.
|
atas M1 Thompson bawah M3 Grease gun |
|
atas MP.28,II, bawah MP 40 |
|
atas PPSh-41 bawah PPS-43 |
|
atas Suomi KP-31 bawah Tikkakoski M/44 |
|
Atas Lancaster Mk I bawah Sten Mk II |
sumber: